Ancam Setop Operasional Kilang Serikat Kerja Pertamina Tolak Akuisisi Pertagas oleh PGN

oleh

INDONESIAEXPRES.COM | BALIKPAPAN   — Sebanyak 300 karyawan Pertamina RU V Balikpapan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Mathilda Balikpapan menolak akuisisi Pertagas oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) di dalam kilang Pertamina, Rabu (18/7/18). Bahkan, para pendemo mengancam akan menghentikan operasional perusahaan jika pemerintah ngotot melakukan akuisisi.

Ketua SP Mathilda Pertamina Balikpapan, Mugiyanto mengatakan, selain untuk mempertahankan nasib para pekerja, aksi tersebut juga sebagai bentuk bela Pertamina. Meski demikian, aksi kali ini tidak sampai menghentikan aktivitas kilang, karena dilakukan oleh perwakilan.

“Kami menolak keras terhadap akuisisi Pertagas ke PGN. Akuisisi ini sangat merugikan Pertamina,” tegas Mugiyanto, kemarin (19/7/2018)

Jika akuisisi itu terjadi, menurutnya, akan berdampak pada pekerja. Sebab, hal itu secara otomatis membuat keuangan Pertamina mengkhawatirkan. Kemudian berdampak pada pembiayaan proyek RDMP yang tengah berjalan, seperti di Cilacap dan Balikpapan.

“Tentu berdampak pada kami. Karena, untuk membiayai RDMP itu, bisa jadi kendala dan bisa dipastikan juga proyek RDMP tidak berjalan,” katanya.

Dia menjelaskan, aksi penolakan rencana akuisisi itu sifatnya masih lokal. Nantinya akan dilanjutkan secara besar-besaran di Jakarta pada 20 Juli.

Lanjutnya, untuk aksi long march di Jakarta, para peserta akan berkumpul di kantor Pertamina pusat. Kemudian bergerak ke Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM. Diperkirakan, sekira 14 ribu karyawan Pertamina di seluruh tanah air akan ngluruk ke kedua kementerian itu.

“Kami akan duduki dan menyampaikan aspirasi di sana, lalu berlanjut ke Kementerian ESDM karena selama ini kurang berpihak kepada Pertamina. Dalam aksi di Jakarta nanti, Kalimantan akan kirimkan lebih dari 50 pekerja,” ungkapnya.

Dalam aksi tersebut, perwakilan karyawan Pertamina akan berorasi serta membaca puisi dan sikap penolakan terhadap kebijakan pemerintah. Aksi juga dihadiri manajemen Pertamina yang diwakili Senior Manager Operation Manufacturing, Prayitno. Aksi yang sama juga dilakukan serentak di seluruh kantor operasional Pertamina di Kalimantan, termasuk Balikpapan.

“Manajemen juga mendukung aksi ini. Diwakili Pak Prayitno, senior manager operation manufacturing. Pesan bahwa kondisi kami dalam kondisi under dan kami diminta untuk tetap menjaga bisnis dan eksistensi perusahaan,” tukas Mugiyanto.

Apabila aksi penolakan tersebut tidak ditanggapi, dia menegaskan, pihaknya mengancam akan menghentikan distribusi gas termasuk BBM.

“Kami lihat nanti apabila tidak didengar, maka akan ada aksi yang memberi dampak langsung ke masyarakat,” pungkasnya. [tim/indonesiaexpres.com]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *