Ali Mazi Dapat Gelar Baru Saat Berkunjung Ke Muna Barat

oleh

INDONESIAEXPRES.COM | MUNA BARAT [10/10/18] – Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi diberi gelar adat oleh Lembaga Adat Sarano Liwu. Rangkaian penganugerahan gelar adat itu dilakukan saat acara lawatan perdananya di Kabupaten Muna Barat (Mubar) pada selasa (9/10) malam.

Tak hanya Ali Mazi, Bupati Muna Barat La Ode M. Rajiun Tumada pun mendapatkan gelar baru pada acara yang di gelar di pelataran kediaman Bupati Mubar itu.

“Ali Mazi diberi gelar “Sangia Barakati”. “Sangia” memiliki arti pemimpin yang agung atau mulia, sedangkan “Barakati” memiliki makna penuh berkah atau memiliki berkah,” ujar La Ode Abdul Karim, selaku ketua pemangku adat Sarano Liwu saat ditemui oleh jurnalis media ini.

Sedangkan La Ode M. Rajiun Tumada, kata La Ode Abdul Karim mendapatkan gelar Sangia Mondo Lalo.

“Sangia” memiliki arti pemimpin yang agung atau mulia, “Mondo” berarti mampu dan “Lalo” bermakna hati atau jiwa juga perasaan,” tegas La Ode Abdul Karim mengakhiri perbincangan.

Acara sakrat tersebut diawali dengan proses gelar adat “kafewanuno ghaghe” atau dalam bahasa Indonesia pencucian kaki dan diakhiri dengan pembacaan “haroa”.

Kafewanuno ghaghe, memiliki makna pembersihan jiwa dan pikiran untuk melangkah kepada keselamatan dalam menjalankan roda pemerintahan.

Sedangkan “haroa” atau yang biasa dikenal dengan baca-baca ini merupakan sebuah prosesi adat yang dilakukan dengan membaca syahadat dan istighfar, kemudian membaca beberapa ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan membaca tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir masing-masing sebanyak 100 kali. Setelah itu dilanjutkan membaca doa selamat, doa tolak bala, doa kemudahan rezeki, dan doa pengampunan dosa untuk anggota keluarga, kerbat juga pemimpin yang telah meninggal dunia.

[DR-IE15]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *