Oknum Polisi Diduga Usir Korban Pencabulan, Kapolsek: Tidak Boleh Berbuat Semena-mena Kepada Masyarakat

oleh

INDONESIAEXPRES.COM | MUNA BARAT – Polres Muna melalui Polsek Sawerigadi tak membenarkan peristiwa pengusiran yang diduga dilakukan oleh oknum personil Polsek Sawerigadi berinisial SU dan istrinya ER terhadap korban pencabulan RA dan ibunya SR. Kapolsek Sawerigadi Iptu Sarnunga berjanji akan mendalami kronologi pengusiran tersebut.

“Jadi anggota saya yang terlibat ini kami akan proses lanjut. Dari pihak provos Polsek Sawerigadi akan berkoordinasi dengan Polres Muna,” kata Sarnunga saat ditemui oleh jurnalis media ini ketika menemui RA dan SR untuk menyerahkan santunan sembako bersama Kapolsek Tiworo Tengah, Sabtu (23/2/2019)

Sarnunga menegaskan siapapun harus menghormati proses hukum. Sebab, keadilan dapat diperoleh dari proses hukum yang benar.

“Kalo memang dia terbukti ada kaitannya dengan melanggar hukum maka kita akan proses, nanti hukum yang akan menjelaskan bahwa dia melanggar hukum,” ujar Sarnunga.

Sarnunga juga tak membenarkan sikap anggotanya jika tak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

“Sebagai anggota Polri tidak boleh berbuat semena-mena kepada masyarakat walaupun itu keluarga apalagi ini ditimpa dengan masalah justru kita harus membantu,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, pengusiran yang diduga dilakukan oleh SU bersama istrinya ER terhadap korban pencabulan RA beserta ibunya SR dari rumahnya sendiri pada Jumat, (22/2/2019).

Pengusiran tersebut diduga dilatar belakangi oleh kekesalan SU yang tidak mengindahkan permintaannya untuk tidak melaporkan E selaku ayah RA sebagai pelaku pencabulan. (DR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *