Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, RA Diusir Dari Rumah Usai Dicabuli Ayahnya

oleh

INDONESIAEXPRES.COM | MUNA BARAT – Sudah jatuh tertimpa tangga pula, peribahasa itu tampaknya sesuai untuk menggambarkan kondisi RA (12) saat ini. Belum selesai kasus pencabulan oleh ayah kandungnya E (50) terhadap dirinya, Gadis belia yang masih duduk di bangku kelas VII sekolah menengah pertama (SMP) ini kembali ditimpa permasalahan lain.

SR (32), ibu kandung RA, mengaku dipaksa untuk angkat kaki dari rumahnya sendiri. pelakunya tak lain adalah saudara-saudara suaminya sendiri.

Sambil berkaca-kaca SR menceritakan peristiwa memilukan yang menimpa diri dan anaknya itu.

Jumat (22/2/2019) malam, adik iparnya ER mengetuk pintu rumahnya bersama DA. Dia membuka pintu dan terkejut ketika adik iparnya mengatakan agar dia dan anaknya keluar dari rumah.

“Saya tidak mau tau pokoknya malam ini juga kamu bersama RA angkat kaki dari rumah,” ujar SR menirukan perkataan ER kepada jurnalis media ini, Sabtu (23/2/2019).

“TV, Kulkas dan Lospeaker, dilarang untuk dibawa. Katanya barang itu dibeli oleh kakaknya,” tambahnya lagi.

Kata SR, awalnya dia tidak menghiraukan apa yang diucapkan oleh adik iparnya itu dengan mencoba memainkan handphone saja. Namun, ER berprasangka kalau suaranya sedang direkam.

Karena prasangka itu, dirinya mengaku sempat spontan memaki ER sehingga ER menjambak rambutnya.

“Tiba-tiba ER mendorong kepala dan menjambak rambutku, saya juga tidak melawan pada saat itu,” terangnya.

Kalau tidak salah, lanjut SR, kami diusir karena mereka inginkan saya melaporkan kasus penganiayaan saja tetapi saya melaporkan juga perbuatan bejat suami saya kepada anak kandungnya sendiri.

Saat ini, SR dan anaknya pindah ke rumah keluarganya yang tak jauh dari rumah mereka sebelumnya.

Saat ditemui dirumahnya, ER membantah terkait apa yang dikatakan oleh SR. ER mengaku mengusir SR dan anaknya karena sudah tidak mau lagi berhubungan dengan E dan keluarganya.

“Dia pikir kita semua ini adik-adik dari pelaku E ini sekongkol membantu pelaku untuk tidak dilaporkannya ke polisi. Kakak saya (E) ini yang berhak atas tanah yang mereka tinggali sekarang dan sekarang E di penjara. Terus istrinya juga tidak mau berhubungan dengan kita untuk apa dia tinggal di rumah situ dan lebih baik pergi saja dari rumah itu,” jelas ER.

Saat ditanyai terkait perbuatannya dengan menarik rambut SR, ER mengakui melakukan perbuatan tersebut. Sebab, ER kesal atas ucapan makian yang dikeluarkan oleh SR.

Sebelumnya, SR melaporkan kasus penganiayaan yang diperbuat suaminya kepada anaknya RA pada Kamis (21/2/2019) sekitar pukul 09.30 wita di Polsek Tiworo Tengah. Dalam pemeriksaan SR juga memberikan kesaksian bahwa anak kandungnya selain mengalami penganiayaan juga kerap mengalami pencabulan yang dilakukan oleh ayahnya sendiri E. (DR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *