PWO Independen Nusantara Adakan Kongres Ke 1 Tahun 2019

oleh

Indonesiaexpres.com | JAKARTA  TIMUR – 05/03/2019  – Kongres Perkumpulan Wartawan Online Independent (PWOIN) Ke-1 menghasilkan ketua umum baru Masa Bhakti 2019 – 2024.

Duet Feri Rusdiono dan Lian Lubis akhirnya resmi menjadi ketua dan sekretaris organisasi profesi wartawan pada Perkumpulan Wartawan Online Independent Nusantara (PWOIN) lima tahun ke depan.

Keduanya resmi dilantik oleh Ketua Dewan Pengawas Taufiq Rachman SH, S.Sos di Asrama Haji, semalam di Jakarta pusat, dalam acara tersebut yang melantik dan di latik sudah siap sesuai AD RT PWO IN.

“Apakah Anda semua siap kami lantik malam ini?” tanya Taufiq, yang dijawab koor bersedia oleh jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PWO IN.

Susunan DPP PWO IN terbentuk hasil rembukan Lima formatur yang diketuai Taufiq Rachman, Rudy Hay Wakano sebagai Sekretaris, Daeng Nurdin dan Jonathan Suyitno dari unsur DPW.

Dalam DPP PWOIN periode 2019-2024 ini, Feri didampingi oleh Wakil Ketua Umum yang dipercayakan kepada Ruli Rahadian dan beberapa Ketua Bidang.

Begitupun di jajaran penasehat tetap ada Laksamana Tedjo Edhi, Irjen Pol (Pur) Wisjnu Amat Sastro, Irjen Pol (Pur) Bambang Abimayu, Djoni Lubis, Jockie Hutagalung

Sedang di Pembina tetap ada Agus Salim SE, Aris Witono, Rudy Hay Wakano, Aris Kuncoro dan Lasman Siahaan.

Khusus Ketua Bidang, wajah-wajah lama masih mendominasi, seperti Lia Santika sebagai Ketua Bidang Litbang, Yulius Lase Ketua Bidang Dana dan Usaha, Toni Flamengo sebagai Ketua OKK, Binsar Siagian sebagai Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Helmi Romdhani sebagai Ketua Bidang Multi Media.

“Kan mereka belum penuh menjalani kepengerusan PWOIN,” jelas Feri.

Feri berharap, kepengurusan DPP kali ini dapat membawa angin segar PWOIN ke depan. Terlebih dalam kepengurusan kali ini para senior di Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) turun gunung menjadi pengurus PWOIN.

“Itu bisa menambah bobot PWOIN, jelas Feri, menyebut Joko Waluyo dari Harian Terbit, Aris Kuncoro dari Harian Merdeka, Lian Lubis dari Koran Reporter dan owner Majalah Bisnis Plus. Belum lagi dari daerah, ada Daeng Noerdin, penulis cerita Film dan mantan jurnalis Jawa Pos.

” Semua akan memberikan kontribusinya pada PWOIN, sehingga haul PWOIN yang melahirkan jurnalis profesional terus terwujud,” jelasnya.

Menurut Lian Lubis, PWOIN ke depan akan mengedepankan pelatihan jurnalis, sehingga setiap anggota PWOIN dapat bertumbuh dan berkembang, sekaligus dapat menghayati dan mengimplementasikan Kode Etik Jurnalistik sebagai pedoman berperilaku dan menulis berita.

“Memahami kode etik itu sangat penting, sehingga4 setiap jurnalis tahu hak dan kewajibannya, dapat menuangkan semua fakta dalam berita yang berimbang dan tidak tendesius,” jelas Lian menyebut akar masalah kriminalisasi pers karena dalam penulisan berita ada yang tersakiti.

“Inilah yang harus kita minimalisir tanpa mengurangi daya kritis dan kontrol jurnalis,” jelas Lian, alumni jurnalistik dari IISIP dan Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta.

Sudah 11 bulan perjalanan PWOIN penuh dengan hiruk pikuk kata Taufiq Rachman penasehat yang juga pendiri PWO IN ini menerangkan,

Kegiatan Kongres PWO IN ke – 1 sekaligus pengesahan secara defenitif kepengurusan DPP PWOI IN adalah amanat para pendiri ujarnya.

Dia berharap dengan status DPP PWOIN yang telah terbentuk, agar melengkapi kepengurusan ditingkat Provinsi minimal 15 provinsi tandasnya.

Kemudian lanjut Taufiq, untuk melengkapi keanggotaan itu, PWOIN juga harus memiliki anggota sebanya minimal 500 anggota.

Mengenai kartu anggota PWOIN, itu juga harus segera dibuatkan, karena dua unsur tadi ditambah dengan akte legalitas hukum PWOIN ditambah dengan program kerja yang sudah ada dibuatkan hasil komisi komisi pada kongres beserta kepengurusan lengkap, maka kita segera mendaftarkan PWOIN ke Dewan Pers terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya Taufiq, apabila sudah terpenuhi kebutuhan organisasi tersebut, maka PWOIN akan menjadi organisasi wartawan online yang pertama.

Alasan tersebut Taufik jelaskan, waktu itu saya optimis dengan Ikatan Wartawan Online (IWO) yang saat itu menggebu -gebu, saya saat itu optimis, bahwa IWO yang pertama kali akan direkrut oleh dewan pers, tapi ternyata sampai saat ini belum ada yang akan dijadikan konstituen wartawan online juga organisasi media online yang dijadikan bagian oleh dewan pers. “Saya pikir ini pandangan untuk dijadikan terobosan terobosan baru”.

Meskipun kita anggap itu berat atau tidak fer, tidak adil yang selama ini telah kita lakukan, yang penting kita berjalan serta memenuhi aturan dan terobosan terobosan itu, semoga kendala itu tidak menjadi halangan harapbya.

Semoga kendala kita di PWOIN tidak seperti IPJI, karena PWOIN piur jadi wartawan. Meski IPJI dianggap organisasi penulis, karena IPJI juga organisasi jurnalis wartawan tapi juga organisasi penulis.

Itulah dewan pers tidak punya dasar, tidak mengaku punya wewenang untuk membina organisasi dan penulis, itu yang dewan pers tidak punya dasar dan mengakui dan punya wewenang untuk membina organisasi dan penulis, dia adalah dikasih wewenang mengikuti undang undang dasar itu sebagai organisasi profesi jurnalis atau wartawan. Untuk itu, kita harapkan, PWOI yang benar piur organisasi wartawan mampu segera memenuhi apa yang menjadi harapan kita semua menjadi bahagian dewan pers.

Dia juga mengucapkan terhadap para pengurus DPP PWOI yang sudah demisioner atas segala yang telah dilakukan selama ini, Semoga dalam menjalankan amanah organisasi PWOIN ini berjalan lancar, karena tidak menutup kemungkinan, tentu akan banyak cobaan dan rintangan, namun semua itu akan menjadi matang dalam kita ber organisasi tutup mantan ketua umum IPJI ini.

Tony Flamingo selaku panitia sidang membacakan hasil pleno dan pembentukan formatur kepengurusan DPP PWOIN masa bhakti 2019 -2021 sesuai AD/ ART kata Tonny didampingi Binsar Siagian tutupnya.

(PWO IN/Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *