“ADA KEKUATAN BESAR” Menyelimuti proyek PT. ADARO METCOAL COMPANIES (AMC) di Murung Raya

oleh

Indonesiaexpres.com – Murung Raya – Nanda Mengatakan “Lagi-lagi Pt.Adaro Metcoal Companies(AMC) mencoba membangun situasi yang kekinian bagi masyarakat Murung Raya, yang mana maksud dan tujuannya semata-mata ingin menghilangkan hak masyarakat atau dengan kata lain adanya kearifan lokal di dalam wilayah operasional/kegiatan proyeknya”.

Dengan berbagai macam trick serta alasan yang dibuat agar pihak korban penyerobotan hak atas tanah yang masih berstatus segketa dengan pihak pemiliknya/ penggugat diranah hukum perdata Pengadilan Negeri Muara Teweh saat ini.

Dengan mengacu pada ketidakhadirannya pihak para tergugat/Pt.AMC maupun yang turut tergugat memenuhi panggilan pihak pengadilan muncul indikasi dari pihak korban/ penggugat bahwa adanya pelecehan terhadap tuntutan pihak penggugat bahkan sampai kepada legalitas kepemilikan pihak pemilik tanah/ penggugat pun seolah-olah tidak benar.

Padahal sejak Kecamatan Laung Tuhup masih berada diwilayah Kabupaten Barito Utara sampai sekarang leglitas kepemilikan yang berbentuk Surat Keterangan Tanah( SKT)atau Surat Pernyataan(SP)yang keluarkan oleh pemerintah mulai pemerintah Desa, pemerintah Kecamatan,Kabupaten bahkan Pemerintah Provinsi menganai pengakuan keabsahannya karena petunjuk tekhnis(juknis)penerbitannya pun disesuaikan dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah Provinsi yaitu Provinsi Kalimantan Tengah.

Setelah jadwal sidang mediasi ke tiga(3) pihak korban/pemilik tanah/lahan dalam hal ini mengambil langkah melakukan blokade jalan(portal) diatas tanah hak milik an.alm Mawardi dengan maksud dan tujuan agar petinggi( pemilik) Pt.Adaro Metcoal Companies(AMC) berkenan hadir baik kepengadilan atau menemui pihak pemilik tanah/ lahan untuk berkordinasi mengenai solusi untuk penyelesaian sengketa.

Namun ternyata tidak semua harapan itu sesuai kenyataan menurut tokoh pemuda Muara laung,(Nanda) kembali angkat bicara, ternyata diawalnya ada pernyataan yang bermuatan sebuah kejujuran pada akhirnya berujung kebohongan.

Seiring dengan berjalannya blokade/pemortalan akses diatas tanah objek sengketa oleh selaku pemilik tanah/lahan an.keluarga alm Mawardi, pihak Pt.Adaro Metcoal Companies(AMC) mengutus pihak keamanan Camp sebagai fasilitator untuk menyampaikan permohonan untuk berkordinasi dari managemen Pt.AMC bahwa ada petinggi dalam hal ini Presiden Direktur yang berkompeten bisa membuat keputusan. Pihak pemilik tanah/lahan penggugat pun sangat tergiur dengan adanya penyampaian info oleh fasilitator tersebut.

Bertepatan dengan adanya rencana pertemuan untuk berkoordinasi pihak Pt.AMC meminta kepada pihak Kepolisian yaitu Polres Murung Raya,Polsek Laung Tuhup dan pihak keamanan camp(Brimob) untuk memohon agar membuka blokade akses jalan diatas tanah berstatus objek sengketa, karena akan ada rencana pertemuan untuk berkoordinasi yang dimediasi olek pihak kecamatan/camat Laung Tuhup, maka atas permohonan tersebut portal di buka pada Minggu malam tanggal 24 Maret 2019 sekitar pukul 23:30 wib,oleh pihak pemilik tanah/lahan bersama pihak Kepolisian polres Murung Raya dan Polsek Laung Tuhup juga pihak keamanan camp(Brimob).

Pertemuan dilaksanakan bertempat di aula kantor kecamatan Laung Tuhup yang ketiga kalinya pada tanggal 25 Maret 2019 dimulai pukul, 14:30 wib yang dihadiri pihak Kepolisian Polres Murung Raya,Polsek Laung Tuhup,Camat Laung Tuhup dan keluarga ahli waris alm.Mawardi sama sekali tidak terlihat kehadiran petinggi Presiden direktur yang diisukan akan menghadiri pertemuan yang kembali tidak ada titik temunya.

Tidak terdapat adanya koordinasi dalam pertemuan tersebut,yang ada hanya perdebatan-perdebatan dibalik kebohongan-kebohongan yang sengaja diciptakan oleh pihak Pt.AMC (Adaro Metcoal Companies) agar pihak keluarga pemilik tanah/lahan an.alm Mawardi takut melanjutkan tuntutan atau gugatan.bersambung! Kata “Nanda dengan nad sangat gusar.

(Alus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *