SRI MULYANI ANGGAP NARKOBA SEBAGAI ANCAMAN

oleh

indonesiaexpres.com | (27/03/2019) Republik ini hadir dan lahir dengan satu perjuangan yang keras. Negeri ini dideklarasikan melalui kemerdekaan dan cita-cita yang besar oleh para pendiri bangsa. Ini mengingatkan kita semua bahwa apa yang dilakukan sebagai aparat negara, tak putus dari sejarah masa lalu. Meneruskan cita-cita dan harapan dalam membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, dalam sambutannya saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Badan Narkotika Nasional, Selasa (26/3). Menurut Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, aparat negara kita semua harus mampu melindungi bangsa Indonesia dan memahami apa yang menjadi ancaman bagi bangsa Indonesia.

“Kalau dulu ancaman yang nyata adalah penjajahan. Bentuk ancaman kini harus makin kita pahami. Salah satu ancaman serius adalah Narkoba”, ujar Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani Perubahan Revolusi Industri yang sangat cepat menjadi tantangan yang tidak mudah bagi Indonesia.

Kita harus memiliki konsep yang sesuai agar tetap mampu mempertahankan kebangsaan Indonesia dari ancaman luar.

Sri Mulyani menjabarkan beberapa modus operandi penyelundupan yang kerap ditemukan di Indonesia.

Modus-modus yang terkadang sangat nekat dan diluar nalar itu menunjukkan bahwa nilai jual narkotika di Indonesia sangatlah tinggi.

“Mereka berani ambil resiko sebesar itu, menunjukan nilai NPP (Narkoba, Psikotropika dan Prekursor Narkotika) di Indonesia)”, Ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani menambahkan bahwa harga Meth (sabu) di hongkong berkisar 8-12 juta rupiah, sementara di Indonesia harga meth bisa mencapai 2 milyar rupiah perkilo.

“Hal ini menyebabkan keinginan untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi semakin besar”, lanjutnya.

Sri Mulyani mengaku pihaknya, yakni Dirjen Bea dan Cukai, telah melakukan berbagai upaya kerjasama dengan instasi terkait. Salah satunya adalah meningkatkan fungsi intelijen di wilayah perbatasan.

Hal lain yang dilakukan adalah dengan memfokuskan pencegahan masuknya NPP ke Indonesia, pelaksanaan bimbingan teknis, serta penyebarluasan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba pun dilakukan didalam internal Kementerian Keuangan, termasuk melakukan tes urine secara berkala.

Saat ini Dirjen Bea dan cukai terus meningkatkan kemampuan dalam joint intelligence baik internasional maupun dalam negeri dalam mencegah masuknya narkotika ke Indonesia.

Kehadiran Sri Mulyani ditengah Rapat Pimpinan BNN memberi semangat bagi para pimpinan BNNP dan BNNK untuk terus menigkatkan upaya P4GN.

“Kita semua perlu untuk memberikan dukungan atas kerjasama yang sudah sangat erat dengan BNN, operasi gabungan kita selalu memuaskan” ujar Sri Mulyani diakhir sambutannya. stopnarkoba Humas BNN.

(Alus/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *