PT Damar Siput Diduga Gelapkan Dana BPJS.

oleh

indonesiaexpres.com | Aceh Timur – PT Damar Siput diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan dana BPJS Ketenagakerjaan milik para karyawan, terhitung sejak tahun 2016 hingga 2019. Akibat, 86 karyawan merasa sangat dirugikan, ketika melakukan klaim pengobatan terkait kecelakaan kerja, tidak bisa dilayani oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan disebabkan iuran mereka tidak dibayar oleh perusahaan selama tiga tahun ini.

86 Karyawan PT Damar Siput sedang mempersiapkan materi laporannya ke Polres Langsa, didampingi Pengacara Kamaruddin SH

Atas dasar tersebut, para karyawan Perkebunan itu didampingi Pengacaranya, Selasa (2/4/2019), melaporkan secara resmi PT Damar Siput ke Polres Langsa.
Pengacara Karyawan, Kamaruddin SH kepada wartawan, mengatakan dirinya atas mana klien hari ini resmi melaporkan PT Damar Siput ke Polres Langsa, terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dana BPJS Ketenagakerjaan milik 86 karyawan.

Dikatakan, sejak tahun 2016 lalu para karyawan PT Damar Siput rutin menyetor iuran BPJS Ketenagakerjaan, melalui pemotongan gaji setiap bulannya, sebagaimana tertera dalam slip gaji yang diterima para karyawan. Masing-masing karyawan, dipotong biaya BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 18.500, ujarnya.

Slip gaji karyawan yang mencantumkan pemotongan iuran BPJS Ketenagakerjaan

Namun, ketika para para karyawan yang memerlukan perawatan medis terkait kecelakaan kerja, BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa membiayai pertanggungannya. Hal ini disebabkan PT Damar Siput terhitung sejak tahun 2016 hingga 2019, tidak menyetorkan iuran karyawan ke BPJS Ketenagakerjaan paparnya.

“Kami menilai ada unsur penggelapan disini yang diduga dilakukan Oleh Perusahaan. Oleh karena itu, hari ini Selasa (2/4/2019) kami atas nama 86 orang karyawan, resmi melaporkan PT Damar Siput ke Polres Langsa guna pengusutan lebih lanjut,” kata Kamaruddin.

Menyangkut besaran jumlah kerugian yang dialami para karyawan, Kamaruddin mengatakan angka pastinya belum bisa dipastikan.

“Dari daftar gaji sudah keliatan setiap bulan karyawan dipotong iuran BPJS Ketenagakerjaan Rp 18.500. Tapi nanti penyidik akan menghitung semuanya. Kita serahkan ke polisi untuk melakukan proses penyelidikan dan penyidikan,” demikian Kamaruddin SH tandasnya.(zal/ardi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *