Dipulangkan dari Myanmar, 22 Nelayan Asal Aceh Timur.

oleh

Aceh Timur – Sebanyak 22 orang nelayan asal Aceh Timur tidak termasuk Kapten Kapal Zulfadhli (34) yang tergabung dalam ABK KM Troya tadi pagi, Senin (15/04/2019), tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda.

Kepulangan para ABK ini diantar langsung oleh pihak Kementrian Luar Negeri untuk Myanmar yang disambut oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama Dinas Sosial Aceh, Dinas Kelautan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta Panglima Laot Aceh.

Usai serah terima dari pihak Kementerian Luar Negeri ke Pemerintah Aceh, para nelayan dibawa ke Kantor Dinas Sosial Aceh guna disuguhi makan siang sebelum diantar ke Aceh Timur oleh pihak Dinas sosial Aceh.

Sekretaris Dinas Sosial Aceh Devi Riansyah, AKS, MS.i, dalam sambutannya di hadapan para nelayan mengungkapkan, semua pihak harus bersyukur atas keberhasilan Pemerintah Aceh dalam memulangkan 22 nelayan yang ditanggkap oleh angkatan laut Myanmar 2 bulan lalu karena terlibat illegal fishing.

“Alhamdulilah, bapak-bapak sudah tiba kembali ke Aceh. Insya Allah hari ini juga akan dipulangkan ke Aceh Timur setelah makan siang,” ujar Devi yang turut didampingi oleh Kabid Linjamsos, Yusri, S.Sos.

Dalam kesempatan tersebut juga, sehari setelah beredar kabar bahwa sebanyak 23 nelayan asal Aceh Timur ditangkap di Myanmar, Kepala Dinas Sosial Aceh Drs. Alhudri, MM, langsung melakukan komunikasi dengan Kedubes RI untuk Myanmar guna membicarakan nasib para nelayan asal Aceh Timur.

“Alhamdulillah, hari ini kita telah melihat sendiri keberhasilan (memulangkan nelayan) yang diupayakan oleh Dinsos Aceh beberapa waktu lalu,” ujar Devi.

Kedepan kata dia, para nelayan Aceh akan dibekali pengetahuan tentang tatacara melaut yang benar tanpa melanggar sejumlah aturan yang ada dan batas wilayah negara.

“Oleh dinas terkait, para nelayan akan dibekali pengetahuan dan alat navigasi yang memadai, dengan harapan tidak akan terulang lagi kejadian yang sama,” sambung Devi Riansyah.

Sedangkan salah satu ABK KM Troya Darwinsyah mewakili seluruh ABK lainnya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh dan Dinas Sosial Aceh yang telah mengupayakan pemulangan mereka sehingga bisa tiba dan bertemu kembali bersama keluarga di Aceh Timur.

“Terima kasih kami kepada Pemerintah Aceh dan jajarannya yang telah bekerja keras dalam mengupayakan pelepasan kami dari penjara negara Myanmar, sehingga kami bisa tiba kembali di Aceh,” katanya.

Darwinsyah menceritakan, saat sesaat sebelum ditangkapnya mereka oleh pihak angkatan laut Myanmar, dia bersama kawan-kawan lainnya sedang memancing ikan, tiba-tiba datang angkatan laut Myanmar. Kemudian Darwin bersama rekan diperintahkan naik ke kapal milik Tentara Myanmar yang kemudian kedua tangan mereka diikat.

Saat dalam penjara Myanmar, para ABK yang berjumlah 22 orang plus 1 orang Kapten Kapal diperlakukan dengan baik dan manusiawi.

“Kami tidak pernah dipukul, makanan juga disuguhkan sesuai dengan makanan para tahanan lainnya,” tutup Darwinsyah mengakhiri wawancara.tandasnya (zal/Ardi ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *