BBM SATU HARGA PANGKAS PENGELUARAN MASYARAKAT DISTRIK MAPIA, DOGIYAI

oleh

Program Bahan Bakar Minyak (BBM Satu Harga) mencapai Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Papua Barat. Kepala Biro Hukum Kementerian ESDM Hufron Asrofi saat peresmian menyatakan, ini merupakan lembaga penyalur Satu Harga ke-34 yang telah diresmikan dari total 40 titik di tahun 2019.

“Program BBM Satu Harga yang dicanangkan Pemerintah sejak di tahun 2016 berawal dari Tanah Papua. Sejak pertama dicanangkan, total telah beroperasi 163 titik dari total 170 titik BBM Satu Harga yang ditargetkan hingga akhir tahun 2019,” ujar Hufron, Selasa (9/7/2019).

Tak lupa ia menyampaikan kepada seluruh pihak turut untuk turut melakukan pengawasan program BBM Satu Harga agar pemanfaatnya bisa lebih optimal.

“Saya mohon masyarakat dan pihak keamanan bisa menjaga keamanan di sekitar wilayah SPBU, terutama untuk tidak merokok di sekitar areal SPBU. Semoga masyarakat Mapia dapat memanfaatkan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Sebelum berdirinya SPBU Kompak di kampung Bomomani, warga setempat membeli BBM dengan harga mulai dari Rp10.000-15.000 per liter di luar lembaga penyalur resmi. Apalagi jarak lembaga penyalur resmi terdekat sejauh 30 Kilometer.

“Mulai sekarang, warga Distrik Mapia bisa dengan mudah mendapatkan BBM dengan harga yang sama dengan di Jakarta, Surabaya, dan wilayah lain di Indonesia yakni Premium Rp6.450/liter dan Solar Rp5.150/liter,” tutur Region Manager Retail Fuel Marketing VIII PT Pertamina (Persero) Fanda Chrismianto pada kesempatan yang sama.

Ke depannya, lanjut Fanda, Pertamina akan memperkenalkan produk BBM jenis Pertalite dan Pertamax. Pendirian Penyalur BBM 1 Harga ini diharapkan akan membawa dampak positif bagi perekonomian serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di Distrik Mapia yang terdiri dari 11 kampung.

Selain itu manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat bahwa penghematan pengeluaran BBM diharapkan diikuti dengan penurunan harga sembako bahkan menggerakkan sektor sektor ekonomi domestik dan meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Sementara itu, Kepala Distrik Mapia Yohanes Butu turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah yang telah berupaya menghadirkan titik BBM Satu Harga ini.

“Kami mewakili pemerintah Kabupaten Dogiyai sangat mengapresiasi kepada pihak Kementerian ESDM, BPH Migas dan juga Pertamina yang telah mendukung program BBM Satu Harga di wilayah Distrik Mapia ini,” ujar Yohanes.

Distrik Mapia, tutur Yohanes, memiliki sekitar 17 ribu penduduk sehingga ia memohon kepada Pemerintah untuk menambah lembaga penyalur BBM Satu Hqrga lain yang berdiri di wilayahnya.

Untuk diketahui, SPBU Kompak CV. Eguwai Diti 86.98809 di Kampung Bomomani merupakan titik BBM Satu Harga pertama di wilayah Kabupaten Dogiyai, Papua dan dikelola oleh Orang Asli Papua.

Titik Supply berasal dari Terminal BBM Nabire dengan jarak tempuh sejauh kurang lebih 200 km dengan menempuh transportasi darat. Adapun produk yang disediakan adalah Premium dan Solar dengan fasilitas penyimpanan masing-masing 30 drum. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

(Ardiansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *