Sidang Ke Lima Kasus Dugaan Korupsi Pekerjaan Peningkatan Jalan Penghubung Sei Rahayu Kembali di Gelar

oleh

Palangkaraya – Kembali di gelar sidang lanjutan yang ke V kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pekerjaan peningkatan jalan penghubung sei rahayu yang berlokasi di kabupaten barito utara, dakwaan kepada para tersangka merugikan negara sebesar Pp. 1.787.388.120 millyar, sidang berlangsung di pengadilan tipikor kota palangkaraya provinsi kalimantan tengah (12/09/2019).

Dalam persidangan menghadirkan enam orang saksi yang terdiri dari notaris pemberi kuasa khusus, karyawan BRI cabang muara teweh, Tim PPHP dinas sosnakertrans barut, teknisi uji laboratorium UPTD kalteng, pejabat penerbit SPM dinas sosnakertrans.

Awal pemberi keterangan sebagai saksi pihak Notaris SILVIA ANGGRAENI SH, M.Kn mengatakan kepada mejelis hakim dan jaksa penuntut mengenai kronologis pembuatan akta notaris kuasa khusus pt. Iyhamulik bengkang turan, pusat muara teweh kepada saudara hart natalis yang ditanda tangani oleh direktur M. Sidik dan diketehui oleh komesaris perusahaan untuk pekerjaan peningkatan jalan penghubung sei rahayu pada tahun 2016 di kabupaten barito utara.

Dalam keterangannya silvia anggraeni memperjelas bahwa ke tiga orang tersebut mendatangi dia untuk dibuatkan akta notaris kuasa khusus dengan membawa bukti surat penunjukan (ganing) atas pekerjaan peningkatan jalan sei rahayu dengan nilai Rp.3.236.886.000. sebagai notaris dia meminta data data lainnya guna kelengkapan administrasi pembuatan surat kuasa tersebut.

Setelah semua lengkap memenuhi syarat dan sesuai dengan faktanya bahwa betul perusahaan pt. Iyhamulik bengkang turan sebagai pemenang tender pada pekerjaan dan dia meminta data data perusahaan serta idintitas diri para penghadap terutama KTP dan dibuatlah akta notaris kuasa direktur tersebut, dan diakhir penjelesannya bahwa suarat kuasa khusus tersebut sah secara hukum dan terbukti dengan surat kuasa tersebut “hart natalis membuka rek pt.iyhamulik bengkang turan pada bank bri cabang serta mengajukan kredit modal kerja untuk pekerjaan Peningkatan jalan penghubung sei rahayu.

Dalam hal tersebut di benarkan oleh pihak bank BRI cabang muara teweh “El Muhammady, SE (Elmu) selaku account officer yang pada waktu persidangan menjadi saksi juga untuk para terdakwa, Elmu mengatakan pada saat itu sauadara hart natalis datang mengajukan kredit modal kerja untuk pekerjaan peningkatan jalan penghubung sei rahayu tahun 2016. Dan sudah sah hart natalis sebagai pelaksana dan pemilik pekerjaan tersebut berdasarkan akta kuasa khusus nomor 04 tanggal 13 juli 2016 .yang ada.

Ditambahkannya lagi dalam proses pengkreditan pada tahun 2016 itu beliau menjabat sebagai orang yang memproses kredit yang diajukan saudara hart natalis, guna melengkapi administrasi perbankan dia mengkroscek kebenaran usaha yang akan diajukan kredit salah satunya menemui pak sayudi pada tahun 2016 tersebut beliau menjabat sebagai PPK pada dinas sosnakertrans kab barito utara dan benar bahwa pekerjaan yang akan dikeluarkan kreditnya betul pemenang lelang atas nama pt. Iyhamulik bengkang turan. Dan kuasa direkturnya saudara hart natalis atas data tersebut kreditpun dikabulkan oleh bank bri cabang muara teweh sesuai permintaan.”ungkapnya.

Ketua Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) Denius, SE dan Amiludin selaku anggota PPHP menjelaskan bahwa Hasil Pemeriksaan Pekerjaan tanggal 30 desember 2016 pekerjaan secara kuantitas telah selesai 100 % dan untuk kualitasnya menjadi tanggung jawab konsultan supervisi, adapun pengukuran untuk lapis pondasi agregat kelas b dengan cara menggali menggunakan linggis di 3 (tiga) titik (samping kanan, tengah dan samping kiri) pada setiap satation 50 m dengan jumlah galian 273 titik lubang galian dan setelah dilakukan perhitungan secara teknis oleh supervisi hasil volume yang terpasang 2.706,89 m3 dan dalam kontrak 2.700 m3 sehingga kelebihan volume 6,89 m3 serta panjang jalan seluruhnya 4.200 m’ selanjutnya sewaktu mendampingi time ahli dari unlam banjar masin.

Superdi, SE. Selaakj pejabat penerbit SPM dinas desosnaketrans kab. Barut mengatakan bahwa proses pembayaran yang dia keluarkan sesuai dengan berita acara yang diajukan oleh pihak kontraktor, pelaksana dan konsultan pengawas dan tidak lepas dari aturan yang perditjen perbendaharaan No. 44 tahun 2016.

Maladie, ST selaku penyelia yang mempunyai tugas mengkordinir Teknisi uji laboratorium pada UPTD Balai Pengujian Mutu Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah mengatakan bahwa matarial yang di bawa ke kami oleh pihak kontraktor pt. Iyhamulik bengkang turan dan di uji pada laboratorium untuk material timbunan pilihan dan material lapis pondasi agregat kelas B sudah sesuai dengan spek dan layak untuk pekerjaan peningkatan jalan penghubung sei rahayu yang berlokasi di kabupaten barito utara.

Saat awak media wawancara kepada para terdakwa sayudi dan hart natalis, m. Sidik mengatakan mereka berharaf kepada para penegak hukum khususnya hakim mejelis yang menyidangkan perkara mereka bisa memberikan keadilan yang sebenar benarnya. Dan ditambahkan “hart natalis mengatakan “Percaya adanya keadilan pada sistem peradilan di republik indonesia.(indra/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *