Penilaian Kerja PNS 360 Derajat, Perilaku Kerja Turut Dinilai

oleh

JAKARTA – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib memiliki tiga nilai yang terdiri dari kualifikasi, kompetensi, dan kinerja. Untuk mengatur mengenai kinerja ASN, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 2019 tentang Penilaian Kerja Pegawai Negeri Sipil. Dengan regulasi ini, penilaian tidak hanya dilakukan dari atasan kepada bawahan. Tetapi, bawahan juga menilai kinerja atasannya.

Deputi bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Setiawan Wangsaatmaja menerangkan, sistem ini disebut penilaian kinerja 360 derajat. “Penilaian 360 derajat bukan hanya didasarkan pada Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), tetapi juga meliputi perilaku kerja,” ungkap Setiawan dalam acara Sosialisasi PP No. 30/2019 dan Pengayaan Substansi Rancangan Permen PANRB tentang Sistem Manajemen Kinerja PNS di Jakarta, Rabu (16/10).

Perilaku PNS dalam bekerja juga dinilai oleh atasan, bawahan, rekan kerja, serta diri sendiri dalam metode survei tertutup. Aspek perilaku yang dilihat berdasarkan PP ini adalah orientasi pelayanan, kepemimpinan, kerja sama, komitmen, dan inisiatif kerja.

Berdasarkan sistem penilaian perilaku kerja 360 derajat, nilai SKP berbobot 60 persen dan 40 persen berasal dari nilai perilaku. Namun, bagi instansi yang belum menerapkan sistem penilaian 360 derajat, maka SKP memiliki bobot 70 persen dan perilaku kerja sebesar 30 persen.

Selain itu, terdapat juga Sistem Informasi Kinerja PNS yang menampung data-data dari perencanaan kinerja, pelaksanaan, pemantauan, dan pembinaan kinerja, penilaian kinerja, dan tindak lanjut hasil kinerja. Dari hasil penilaian kinerja tersebut, akan dilakukan distribusi penilaian yang terbagi menjadi tiga, yakni sesuai ekspektasi, diatas ekspektasi, dan dibawah ekspektasi.

Hasil tersebut kemudian akan digunakan untuk pemetaan talenta ASN ke dalam 9 box matrix dengan sumbu kinerja dan potensial atau kompetensi. Sehingga terlihat bagaimana seorang PNS dalam bekerja dan pemanfaatan kompetensi dirinya. Hasil dari 9 box matrix tersebut juga akan direkam dalam Manajemen Talenta Nasional, sehingga didapatkan data-data ASN dengan talenta terbaik yang dimungkinkan untuk mengisi jabatan-jabatan dengan kualifikasi dan kompetensi yang sesuai.

Setiawan mengungkapkan bahwa penilaian kinerja akan berjalan efektif jika memenuhi lima persyaratan, yakni objektif, terukur, akuntabel, partisipatif, dan transparan. Oleh karenanya, perlu diterapkan sistem manajemen kinerja berbasis IT dan dialog kinerja antara atasan dan bawahan sehingga dapat mengubah pola pikir dan menciptakan paradigma baru dalam berkinerja. “Adanya PP ini merupakan upaya bagaimana agar ASN terus dituntut kinerjanya sebagaimana diharapkan oleh masyarakat,” imbuh Setiawan.

Sementara itu Asisten Deputi Pengembangan Kompetensi dan Kinerja ASN Kementerian PANRB Salman mengatakan bahwa sosialisasi PP 30/2019 ini adalah salah satu cara untuk mempercepat implementasi sistem merit yang berbasis kinerja. PP 30/2019 juga merupakan kebijakan pengganti dari PP Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja PNS. (ald/HUMAS MENPANRB)
[23:12, 10/16/2019] kak sidik: Lima Tahun Ulos Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Enni Pasaribu : Lestarikan Ulos Lewat Nilai Seni dan Budaya

Medan (. ) :
Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan RI telah menetapkan ulos sebagai warisan budaya tak benda sejak 17 Oktober 2014. Warga Sumatera Utara secara khusus menyambut dan mengapresiasi hal tersebut, yang ditandai dengan pelaksanaan berbagai kegiatan dalam peringatan hari ulos setiap tahun.

Pelaksanaan hari ulos pertama tahun 2015, digagas oleh Enni Martalena Pasaribu,SH,MH.Mkn bersama sejumlah pegiat dan pemerhati ulos serta budayawan Manguji Nababan dengan yang lainnya dilaksanakan di Jl Sei Galang Medan. “Setiap tahun kita mendorong adanya berbagai kegiatan dalam memeriahkan hari ulos. Sebagai bentuk respon dan apresiasi kita untuk penetapan ulos sebagai warisan budaya tak benda,” kata Enni saat ditemui wartawan di Medan, Rabu (16/10/2019).

Ulos, kata wanita yang sehari-hari aktif sebagai pengacara ini, adalah cipta karya suku Batak yang menjadi milik bangsa Indonesia. Pelestarian kekayaan seni dan budaya yang terkandung dalam ulos mestinya menjadi dampak dari penetapan oleh pemerintah tersebut.

Tidak menutup kemungkinan, ulos diajukan dan didaftarkan sebagai warisan budaya dunia melalui UNESCO, hanya saja terlebih penting untuk pembinaan dan kelestarian ulos di tengah masyarakat. “Pelestarian nilai ulos secara budaya dan seni, serta memberikan dampak secara ekonomi bagi pengrajin ulos,” ujar Enni.

Untuk itu, masyarakat Indonesia di seluruh provinsi khususnya warga Batak yang intim dengan ulos turut melestarikannya dengan aplikasi pemanfaatan ulos dalam keseharian. “Selain dalam ritual adat, tentu motif dan corak ulos sangat elegan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kita ada kerinduan, pemanfaatan motif ulos dalam busana-busana atau pakaian sehari-hari bisa dilakukan dan menjadi fashion yang dipadu menjadi pakaian kebanggaan,” ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya terus melakukan komunikasi ke pemerintah pusat lewat kementerian terkait untuk pemanfaatan status ulos sebagai warisan budaya tak benda untuk pelestarian dan perlindungan ulos dan berbagai kekayaan corak serta nilai historis yang terkandung di dalamnya.

Disampaikan Enni, pelaksanaan kegiatan bertemakan ulos setiap tahunnya di beberapa daerah terus bergulir. “Pengakuan pengrajin ulos, permintaan ulos relatif meningkat. Ini yang pantas kita syukuri,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Enni, tahun-tahun sebelumnya selain seremonial peringatan hari ulos, juga telah dilakukan berbagai kegiatan seperti seminar dan sosialisasi ke tengah masyarakat. Untuk itu, ke depan ulos akan bisa semakin memasyarakat di Indonesia.

“Tanggungjawab kita, merespon penetapan oleh pemerintah, serta mendorong adanya upaya pelestarian dan pengembangan ulos dan nilainya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Khususnya untuk nilai budaya dan seni kebudayaan itu sendiri,” ujarnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *